
Pemerintah Afghanistan bergerak cepat pasca penyerangan di penginapan yang berlokasi tak jauh dari gedung-gedung kedutaan di Kabul. Aparat langsung melakukan operasi pembersihan di sekitar lokasi.
Dilansir dari Reuters, Jumat (12/12/2015), Deputi Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Ayoub Salangi mengatakan, dua dari penyerang telah dibunuh oleh penembak jitu dan tiga lainnya terluka. Pasukan keamanan melanjutkan operasi pembersihan dengan hati-hati karena mereka tidak tahu persis berapa banyak penyerang yang mungkin masih berada di dalam kawasan tersebut.
Dalam operasi pembersihan tersebut, beberapa kali terdengar ledakan keras di kawasan zona hijau tersebut pada tengah malam. Sedikitnya ada tujuh orang yang menjadi korban dalam operasi ini dan langsung dilarikan ke rumah sakit yang berjarak sekitar 700 meter dari kedutaan Spanyol.
Spanyol, yang memberikan kontribusi terhadap pasukan internasional di Afghanistan, menarik pasukan terakhirnya pada bulan Oktober lalu. Namun mereka masih menempatkan beberapa petugas tetap di markas dukungan misi NATO di Kabul.
Sehari sebelumnya, serangan Taliban di selatan kota Kandahar menewaskan 50 warga sipil dan personel keamanan. Kepala Badan Intelijen Afghanistan lantas mengundurkan diri.
Taliban telah terjebak dengan perebutan kekuasaan internal yang berdarah. Namun tetap dianggap mampu untuk mengatur serangan terkoordinasi dengan baik, dengan target seluruh negeri.
Militan telah meningkatkan pemberontakan setelah penarikan pasukan internasional dari operasi tempur tahun lalu. Mereka juga telah merebut kota utara Kunduz pada bulan September.
0 comments:
Post a Comment